SIAK, Mimbardesa.com — Berbaju Melayu Sultanah Latifah, Bupati Siak Afni Zulkifli menyuarakan pesan kesetiaan dan keadilan di upacara HUT ke-27 Kabupaten Siak di Lapangan Tugu Istana, Senin (12/10/2026).
Afni menegaskan kesetiaan pada NKRI bukan berarti diam saat keadilan fiskal diinjak.
"Merah Putih adalah warna Siak selamanya. Namun, kesetiaan bukan berarti kebisuan ketika ketidakadilan pada kekayaan negeri ini patut diperjuangkan," tegasnya.
Bupati pertama kelahiran Siak Sri Indrapura itu menyinggung pipa-pipa tua minyak yang jadi saksi kontribusi Siak puluhan tahun untuk negara.
"Selama puluhan tahun, pompa-pompa minyak itu tak pernah berhenti mengangguk, dan rakyat Siak tak pernah sekalipun menggeleng," ujarnya.
Pernyataan itu merespons pemangkasan DBH Migas 2027 oleh pusat hingga 72% dan utang pusat ke Siak Rp460 miliar yang tertahan.
"Kita tidak perlu menjadi kasar untuk menjadi kuat. Kita tidak perlu menjadi beringas untuk menunjukkan bernas. Ini adalah hak Siak, bukan mengemis apalagi meminta belas kasihan," tegas Afni.
Ia menekankan pembangunan harus dirasakan hingga pelosok, dari Teluk Lanus di Sungai Apit hingga Tasik Betung di Sungai Mandau.
"Rakyat adalah alasan mengapa kekuasaan harus dijalankan dengan amanah. Alasan mengapa pembangunan tidak boleh kehilangan arah," katanya.
Afni juga mengingatkan jika minyak berkurang, semangat jangan hilang.
"Jika suatu hari kata mereka minyak kita sudah berkurang, jangan sampai semangat kita ikut menghilang," ujarnya.
Pidato yang ditulisnya sendiri itu ditutup dengan pesan menjaga marwah, persatuan, dan keadilan.
"Dari Siak kita mengenang sejarah, dengan keadilan kita menjaga marwah, dengan persatuan kita melangkah, dengan keberanian kita membangun masa depan yang cerah," pungkasnya.
Laporan: Lemansyah