ISPU Siak Tidak Sehat, Dinkes Bagikan 2.940 Masker Gratis untuk Antisipasi Dampak Karhutla

ISPU Siak Tidak Sehat, Dinkes Bagikan 2.940 Masker Gratis untuk Antisipasi Dampak Karhutla

SIAK — Pemerintah Kabupaten Siak melalui Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) terus mengambil langkah antisipasi terhadap dampak kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (Karhutla).

Salah satunya dengan membagikan masker secara gratis kepada masyarakat. Upaya tersebut dilakukan menyusul kondisi kualitas udara di sejumlah wilayah Kabupaten Siak yang masuk kategori Tidak Sehat berdasarkan pemantauan Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU).

Pembagian masker telah dimulai sejak 2 September 2026. Hingga Sabtu, 5 September 2026, sebanyak 2.940 lembar masker telah didistribusikan kepada masyarakat.

Kepala Dinkes P2KB Siak, Handry, mengatakan langkah tersebut dilakukan sebagai bentuk perlindungan terhadap masyarakat di tengah memburuknya kualitas udara akibat kabut asap.

“Dari pantauan ISPU di beberapa kecamatan, kualitas udara semakin memburuk. Karena itu kami membagikan masker kepada masyarakat se-Kabupaten Siak,” ujar Handry, Sabtu (5/9/2026).

Stok 119.500 Masker Disiapkan di Puskesmas

Handry menyebutkan, pemerintah daerah telah menyiapkan stok masker dalam jumlah besar untuk memastikan kebutuhan masyarakat selama kondisi udara masih berada pada kategori tidak sehat.

Saat ini, sebanyak 119.500 lembar masker tersedia di seluruh Puskesmas se-Kabupaten Siak. Pembagian masker akan terus dilakukan selama kondisi ISPU masih menunjukkan kualitas udara yang tidak sehat.

Menurut Handry, masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan karena kabut asap akibat Karhutla mengandung partikel halus yang berbahaya bagi kesehatan, salah satunya PM2.5.

Partikel tersebut berukuran sangat kecil sehingga dapat masuk jauh ke dalam sistem pernapasan dan mencapai bagian dalam paru-paru.

“Saya menganjurkan masyarakat untuk selalu memakai masker saat berada di luar rumah. Masker berfungsi menyaring partikel berbahaya yang bisa masuk sampai ke alveoli paru,” katanya.

Ia menjelaskan, paparan asap Karhutla dapat menimbulkan berbagai gangguan kesehatan, mulai dari iritasi tenggorokan, batuk, sesak napas, hingga memicu kambuhnya penyakit asma dan meningkatkan risiko infeksi saluran pernapasan akut (ISPA).

Selain itu, penggunaan masker juga dapat membantu mengurangi paparan partikel serta berbagai zat berbahaya yang terkandung dalam asap kebakaran.

Masyarakat Diminta Kurangi Aktivitas di Luar Rumah

Dengan kondisi kualitas udara yang saat ini berada pada kategori Tidak Sehat di seluruh kecamatan se-Kabupaten Siak, masyarakat juga diimbau untuk mengurangi aktivitas di luar rumah.

“Kalau pun harus keluar rumah, harap menggunakan masker dan perbanyak minum air putih,” pesan Handry.

Pembagian masker gratis tersebut tidak hanya dilakukan oleh petugas kesehatan di Puskesmas. Kegiatan juga melibatkan pihak Kepolisian serta anggota Pramuka Saka Bakti Husada di masing-masing kecamatan.

Langkah tersebut diharapkan dapat membantu melindungi masyarakat dari dampak buruk kabut asap sekaligus meningkatkan kesadaran untuk menjaga kesehatan selama kondisi kualitas udara belum membaik.

Laporan: Lemansyah

Berita Lainnya

Index