Diduga Dilintasi Kendaraan Bertonase Besar, Jalan Dalu-Dalu–Simpang Kanteh Kembali Jadi Sorotan

Diduga Dilintasi Kendaraan Bertonase Besar, Jalan Dalu-Dalu–Simpang Kanteh Kembali Jadi Sorotan

Pasir Pengaraian, mimbardesa.com – Kondisi ruas jalan Dalu-Dalu–Simpang Kanteh kembali menjadi sorotan masyarakat. Kerusakan yang mulai terlihat di sejumlah titik diduga dipicu oleh tingginya intensitas kendaraan bertonase besar yang melintasi jalur tersebut, seperti mobil tangki pengangkut CPO dan truk tronton pengangkut tandan buah segar (TBS) kelapa sawit.

Sejumlah warga menyampaikan kekhawatirannya terhadap kondisi jalan yang semakin mengalami penurunan kualitas. Selain menimbulkan kerusakan pada badan jalan, aktivitas kendaraan berukuran besar tersebut juga dinilai berpotensi mengganggu keselamatan pengguna jalan lainnya karena lebar jalan yang relatif sempit.

Salah seorang warga yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan bahwa mobil tangki CPO yang diduga berasal dari PKS PT GSM kerap melintasi ruas jalan tersebut.

> "Dalam satu minggu, mobil tangki CPO yang lewat kadang mencapai puluhan unit. Belum lagi truk-truk tronton pengangkut sawit dari RAM yang keluar masuk setiap hari. Kami khawatir kondisi jalan semakin rusak dan membahayakan masyarakat karena jalannya sempit," ujarnya.

 

Menurut warga, apabila tidak segera dilakukan langkah pencegahan, kerusakan jalan dikhawatirkan akan semakin meluas hingga memerlukan biaya perbaikan yang jauh lebih besar.

Menanggapi kondisi tersebut, Darbi, aktivis yang bergerak di bidang pelestarian hutan dan pengawasan infrastruktur jalan raya, meminta pemerintah daerah agar tidak menunggu hingga jalan mengalami kerusakan berat sebelum mengambil tindakan.

Darbi mengimbau anggota DPRD Kabupaten Rokan Hulu maupun DPRD Provinsi Riau yang berasal dari daerah pemilihan tersebut agar segera mengambil langkah konkret dengan memfasilitasi Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Pemerintah Kabupaten Rokan Hulu, instansi teknis terkait, serta pihak-pihak yang menggunakan ruas jalan tersebut untuk kegiatan operasional.

"Perlu ada langkah antisipasi sejak dini. Jangan sampai pemerintah baru bertindak setelah jalan hancur total. Kalau sudah rusak berat, biaya perbaikannya akan sangat besar, sementara kondisi keuangan daerah saat ini juga sangat terbatas," ujar Darbi.

Ia menilai, RDP perlu dilakukan untuk mengevaluasi kondisi jalan, mengkaji kapasitas jalan terhadap beban kendaraan yang melintas, serta mencari solusi agar aktivitas distribusi hasil perkebunan tetap berjalan tanpa mengorbankan infrastruktur publik.

Selain itu, Darbi berharap instansi yang berwenang melakukan pengawasan terhadap kendaraan yang melintas, termasuk memastikan kendaraan mematuhi ketentuan mengenai batas muatan dan kelas jalan yang berlaku. Menurutnya, apabila terdapat pelanggaran terhadap ketentuan tersebut, maka perlu dilakukan penindakan sesuai dengan peraturan perundang-undangan.

Masyarakat juga berharap pemerintah segera melakukan pengecekan lapangan terhadap kondisi ruas jalan Dalu-Dalu–Simpang Kanteh dan menyusun langkah penanganan yang tepat sebelum kerusakan semakin meluas.

Warga menegaskan bahwa jalan tersebut merupakan akses vital yang digunakan masyarakat untuk aktivitas ekonomi, pendidikan, kesehatan, dan transportasi sehari-hari. Oleh karena itu, keberlangsungan fungsi jalan harus menjadi perhatian bersama agar tetap aman dan nyaman digunakan oleh seluruh pengguna jalan.

Hingga berita ini diturunkan, dugaan penyebab kerusakan jalan yang dikaitkan dengan lalu lintas kendaraan bertonase besar tersebut masih memerlukan kajian dan verifikasi lebih lanjut oleh instansi yang berwenang. Masyarakat berharap adanya evaluasi menyeluruh sehingga dapat diperoleh solusi yang adil bagi kepentingan umum maupun dunia usaha.

Berita Lainnya

Index