Siak, Mimbardesa.com — Bupati Siak Afni Zulkifli mengajak masyarakat Kecamatan Tualang untuk bersama-sama mencegah kebakaran hutan dan lahan (karhutla), terutama dengan tidak membuka lahan menggunakan cara membakar.
Ajakan tersebut disampaikan Afni saat menghadiri sosialisasi pencegahan karhutla yang digelar Tim Markas Besar (Mabes) TNI bersama 14 siswa Pendidikan Reguler (Dikreg) Seskoad di tengah kegiatan Car Free Day (CFD) di Taman Motuyoko, Kecamatan Tualang, Minggu (30/8/2026) pagi.
Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 08.00 WIB itu menyasar masyarakat yang sedang berolahraga maupun beraktivitas di kawasan CFD. Edukasi diberikan untuk meningkatkan kesadaran warga terhadap bahaya karhutla, khususnya di tengah kondisi cuaca yang cenderung kering.
Dua Titik Api Masih Ditangani
Dalam kesempatan tersebut, Afni mengungkapkan bahwa hingga Minggu, terdapat dua titik api di Kabupaten Siak yang masih dalam penanganan Satgas Karhutla, masing-masing berada di Kecamatan Dayun dan Sungai Mandau.
"Hari ini ada dua titik api yang sedang dipadamkan tim Satgas di Dayun dan Sungai Mandau. Kita doakan hujan segera turun dan karhutla cepat padam," kata Afni.
Menurutnya, upaya pencegahan karhutla tidak dapat hanya mengandalkan pemerintah, TNI dan Polri. Keterlibatan masyarakat sangat dibutuhkan karena sebagian besar potensi kebakaran berada di lingkungan dan wilayah yang berdekatan dengan aktivitas warga.
"Kami terus ingatkan jangan buka lahan dengan cara dibakar. Dalam kondisi kering seperti ini sangat berbahaya. Segera laporkan jika melihat titik api atau aktivitas yang berpotensi menimbulkan kebakaran," ujarnya.
Kolaborasi Jadi Kunci Pencegahan
Afni menegaskan bahwa pencegahan harus menjadi langkah utama sebelum api meluas dan menimbulkan dampak yang lebih besar terhadap lingkungan maupun kesehatan masyarakat.
Menurutnya, sosialisasi yang dikemas bersamaan dengan kegiatan Car Free Day menjadi cara efektif untuk menyampaikan pesan pencegahan secara langsung kepada masyarakat.
Dalam kegiatan tersebut, warga diberikan edukasi mengenai berbagai faktor yang dapat memicu karhutla serta dampak asap kebakaran terhadap kesehatan. Masyarakat juga didorong menjadi garda terdepan dalam melakukan pengawasan di wilayah yang rawan kebakaran.
Afni menyebut kolaborasi antara Pemerintah Kabupaten Siak, TNI, Polri, BPBD dan masyarakat menjadi kunci dalam menghadapi ancaman karhutla.
"Penanganan karhutla tidak cukup saat api sudah muncul. Kesadaran masyarakat dan pengawasan wilayah rawan harus ditingkatkan," tegasnya.
Warga Diminta Pantau ISPU
Selain mengingatkan bahaya karhutla, Bupati Siak juga meminta masyarakat rutin memantau Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU), khususnya ketika terjadi peningkatan aktivitas kebakaran.
Informasi mengenai kondisi ISPU di Kabupaten Siak diumumkan oleh pemerintah daerah setiap hari sekitar pukul 16.00 WIB melalui media sosial Diskominfo Siak.
"Kalau kondisinya tidak sehat, jangan dipaksakan beraktivitas di luar. Terutama ibu hamil, lansia, dan anak-anak," imbau Afni.
Pada kesempatan itu, Afni juga menyampaikan ucapan selamat atas satu tahun pelaksanaan Car Free Day Tualang. Ia mengapresiasi seluruh pihak yang selama ini mendukung kegiatan tersebut, mulai dari pengurus, pemerintah kecamatan, TNI, Polri, pelaku UMKM hingga masyarakat.
Rilis: MC Siak
Laporan: Lemansyah