Mendes: Musdes kunci efektivitas pengelolaan dana desa

Mendes: Musdes kunci efektivitas pengelolaan dana desa
Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT) Abdul Halim Iskandar saat membuka Rapat Koordinasi Nasional Transmigrasi Tahun 2024 di Makassar, Sulawesi Selatan, Senin (6/5/2024). ANTARA/HO-Humas Kemendes PDTT

Mimbardesa.com - Menteri Desa, Pembangunan Mendes: Musdes kunci efektivitas pengelolaan dana desa Tertinggal, dan Transmigrasi Abdul Halim Iskandar mengatakan musyawarah desa (musdes) memiliki peran penting sebagai kunci dalam efektivitas pengelolaan dana desa.

Dalam pernyataan diterima di Jakarta, Selasa, ia menyebut musdes tidak hanya formalitas, melainkan menjadi ruang partisipatif yang menghasilkan keputusan bermanfaat bagi masyarakat.

"Pendekatan yang bisa dilakukan adalah proses musyawarah desa dalam merumuskan kebijakan pembangunan desa dalam upaya memanfaatkan dana desa betul-betul berjalan sesuai yang seharusnya, bukan sekadar formalitas saja," katanya.

Dia mengatakan hal itu dalam Sidang Terbuka Promosi Doktor Ilmu Pemerintahan Sekjen Taufik Madjid di Kampus IPDN Jakarta, Selasa.

Disertasi Taufik Madjid berjudul "Model Kebijakan Pengelolaan Dana Desa yang Efektif dan Efisien di Indonesia" menemukan bahwa musdes berkontribusi signifikan terhadap efektivitas dan efisiensi pengelolaan dana desa.

Dia mengatakan hal ini dibuktikan dengan peningkatan signifikan desa mandiri, mencapai 11.456 desa pada akhir 2023. Angka ini melonjak 6.538 persen dibandingkan dengan pada 2015, sebagai awal dimulai program dana desa.

Halim menyatakan kunci efektivitas dana desa terletak pada musyawarah yang melibatkan seluruh pihak, termasuk masyarakat dan pemerintah desa.

"Kunci efektivitas penggunaan dana desa adalah musyawarah di mana musyawarah desa melibatkan seluruh komponen masyarakat," ujarnya.

Sidang terbuka tersebut dihadiri Rektor IPDN Hadi Prabowo, Wakil Rektor Bidang Administrasi Rizari, Direktur Sekolah Pascasarjana Muh Ilham, promotor Sadu Wasistiono dan Tjahya Supriatna, serta penguji internal Mansyur Ahmad, Ika Sartika, dan Faria Ruhana. Penguji eksternal, termasuk Mendes PDTT Abdul Halim Iskandar, Yoyon Suryono, sosok akademisi desa yang fokus terhadap desa.

Hadir pula para pejabat pimpinan tinggi madya dan pratama Kemendes PDTT. *

Berita Lainnya

Index