Desa Jontona di Lembata ditetapkan jadi Desa Budaya

Desa Jontona di Lembata ditetapkan jadi Desa Budaya
Ilustrasi - Acara adat di Kampung Adat Lewuhala, Desa Jontona, Kabupaten Lembata, NTT. (ANTARA/Dokumentasi Pribadi)

Mimbardesa.com - Desa Jontona di Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur (NTT), menjadi satu-satunya desa di kabupaten itu yang terpilih menjadi Desa Budaya Tahun 2024 oleh Direktorat Jenderal Kebudayaan Kementerian Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek).

"Kiranya Desa Jontona dapat menjadi Desa Mandiri melalui peningkatan ketahanan budaya dan kontribusi budaya desa," kata Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, dan Kebudayaan Kabupaten Lembata Apolonaris Mayan ketika dihubungi dari Kupang, Jumat, (24/5/2024).

Desa Jontona di Kecamatan Ile Ape Timur telah dinyatakan lolos sebagai Desa Budaya Tahun 2024 setelah melalui proses pengusulan dari Balai Pelestarian Kebudayaan XVI NTT.

Beberapa syarat untuk mengikuti seleksi Desa Budaya antara lain keberadaan desa di sekitar Kawasan Cagar Budaya Peringkat Nasional, Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) Indonesia, desa di sekitar titik jalur rempah, status sebagai desa berkembang Kementerian Desa PDTT, keberadaan desa di destinasi wisata super prioritas, dan telah menyusun Pokok Pikiran Kebudayaan Daerah (PPKD) di tingkat kabupaten/kota.

Untuk Kabupaten Lembata sendiri, proses pengusulan desa tersebut menjadi Desa Budaya didasarkan pada kriteria bahwa desa tersebut memiliki Warisan Budaya Tak Benda Indonesia yaitu Kampung Adat Lewuhala yang telah ditetapkan tahun 2005.

Selain itu Kabupaten Lembata telah menyusun PPKD yang menjadi syarat utama ditetapkan menjadi Desa Budaya. Hal ini pun tak lepas dari dukungan para Pandu Budaya Lembata lewat Sekolah Lapang Kearifan Lokal 2023 yang aktif dalam penyusunan PPKD.

Ia pun memberikan apresiasi atas dukungan dari semua pihak sehingga Desa Jontona menjadi satu-satunya desa di Kabupaten Lembata yang telah menjadi Desa Budaya.

Dengan menjadi Desa Budaya pertama di Lembata, ia berharap ada kolaborasi antar-pihak untuk mengaktualisasi potensi kekayaan budaya sebagai modal sosial ekonomi masyarakat.

"Harapan saya kiranya semua pemangku kepentingan budaya di Desa Jontona terus merawat dan melestarikan situs dan ritus budaya yang ada agar tidak tergerus dengan kencang-nya budaya luar yang terus menggeliat," ucapnya. *

Berita Lainnya

Index