12 Desa Wisata Kalbar masuk nominasi 300 besar ADWI 2024

12 Desa Wisata Kalbar masuk nominasi 300 besar ADWI 2024
Bupati Kapuas Hulu Fransiskus Diaan meresmikan bantuan sarana dan prasarana pendukung pengembangan Objek Wisata Air Terjun Medang Pulang, serta menyempatkan diri menikmati keindahan panorama wisata tersebut, yang berada di Desa Tani Makmur Kecamatan Hulu

Mimbardesa.com - Kepala Dinas Kepemudaan Olahraga dan Pariwisata (Disporapar), Windy Prihastari mengatakan, sebanyak 12 Desa Wisata di Kalimantan Barat masuk dalam nominasi 300 besar anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2024.

"12 Desa Wisata yang masuk 300 ADWI 2024 ini merupakan pilihan melalui berbagai proses dan tahapan pada program ADWI Kementerian Wisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf)," kata Windy di Pontianak, Jumat.

Adapun 12 desa wisata terbaik tersebut tersebar di beberapa kabupaten/kota di Kalimantan Barat, yaitu Desa Wisata Jawai Laut Kabupaten Sambas, Desa Wisata Sebubus Kabupaten Sambas, Dan Desa Wisata Dewi Karimunting Kabupaten Bengkayang.

Selain itu, Desa Wisata Pisak Kabupaten Bengkayang, Desa Wisata Dewi Bhakti Mulya Kabupaten Bengkayang, Desa Wisata Rancak Kabupaten Bengkayang, Desa Wisata Sahan Kabupaten Bengkayang, dan Desa Wisata Jagoi Babang Kabupaten Bengkayang.

Selanjutnya, Desa Wisata Cempedak Jaya Kabupaten Ketapang, Desa Wisata Kampung Semangit Kabupaten Kapuas Hulu, Desa Wisata Batu Lintang (Sungai Utik) Kabupaten Kapuas Hulu dan Desa Wisata Kampung Wisata Caping Kota Pontianak.

Dari 300 desa wisata se-Indonesia yang masuk dalam nominasi ADWI 2024 tersebut nantinya akan kembali diseleksi oleh Kemenparekraf.

Windy Prihastari mengungkapkan, pihaknya juga akan menggelar kegiatan lanjutan di tingkat provinsi berupa pembekalan serta diskusi terkait persiapan visitasi juri ADWI dan presentasi, untuk persiapan proses selanjutnya.

Adapun yang harus disiapkan kata dia, diantaranya dalam rangka meningkatkan daya tarik pengunjung yakni dengan mencari keunikan di desa wisata tersebut. Bisa berupa atraksi wisata, dan produk wisata, serta nilai kreatif, inovatif, dan ekonomisnya.

Selain itu, yang tak kalah penting, Windy melanjutkan, masing-masing desa harus mempersiapkan tempat menginap (home stay), dan fasilitas umum pengunjung, seperti toilet, dan lainnya.

Termasuk melengkapi Cleanliness, Health, Safety, and Environment Sustainablility (CHSE), dan kelembagaan untuk desa wisata tersebut.

Menurut dia, Pemprov melalui Disporapar juga terus melakukan jemput bola dalam mendorong pemenuhan indikator desa wisata di 14 kabupaten/kota. Juga dalam pemenuhan syarat untuk mendaftar di ADWI itu sendiri. Bahkan pihaknya telah membuat penilaian tersendiri untuk desa wisata di tingkat provinsi.

Sehingga, jika desa wisata tersebut tidak masuk dalam ADWI tingkat nasional, tetap bisa masuk penilaian pada Anugerah Desa Wisata Tingkat Provinsi 2024. *

Berita Lainnya

Index