Sekda Mahadar: Siak Dorong Transformasi Kota Pusaka Berbasis UMKM Kreatif

Ahad, 30 Agustus 2026 | 21:39:06 WIB

TERNATE, Mimbardesa.com – Kabupaten Siak terus memperkuat komitmennya dalam menjaga warisan sejarah dan budaya, sekaligus mendorong agar kekayaan pusaka daerah memberikan dampak nyata bagi perekonomian masyarakat.

Komitmen tersebut disampaikan dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) XII Jaringan Kota Pusaka Indonesia (JKPI) 2026 yang dipusatkan di Pelataran Titik Nol Landmark Kota Ternate, Maluku Utara, Jumat (28/8/2026).

Delegasi Kabupaten Siak dipimpin Sekretaris Daerah (Sekda) Siak Mahadar, didampingi Ketua TP PKK Siak Ny. Erdawati.

Keikutsertaan Siak dalam Rakernas JKPI menjadi momentum strategis untuk memperkuat konsep heritage city atau kota pusaka yang tidak hanya berorientasi pada pelestarian sejarah, tetapi juga mampu membuka ruang ekonomi baru bagi masyarakat.

Pataka JKPI Diserahkan kepada Kota Bandung

Salah satu rangkaian penting dalam Rakernas XII JKPI adalah penyerahan Bendera Pataka JKPI kepada Ketua TP PKK Kota Bandung, Aryatri Farhan, yang mewakili Wali Kota Bandung sebagai tuan rumah Rakernas JKPI XIII tahun 2027.

Penyerahan pataka tersebut menjadi simbol estafet kepemimpinan sekaligus bentuk kolaborasi antarkota dalam menjaga dan mengembangkan warisan pusaka Nusantara dari wilayah timur hingga barat Indonesia.

Wali Kota Ternate M. Tauhid Soleman menekankan pentingnya sinergi antarwilayah dalam memperkuat nilai sejarah dan budaya sebagai bagian dari kekuatan pembangunan masa depan.

Menurutnya, Ternate yang memiliki sejarah panjang sebagai salah satu pusat rempah dunia dan Bandung yang dikenal sebagai kota inovasi budaya menunjukkan bahwa sejarah tidak hanya menjadi bagian dari masa lalu, tetapi juga dapat menjadi kekuatan untuk membangun masa depan.

Kerja sama antarkota pusaka ke depan diarahkan pada pertukaran budaya, perlindungan cagar budaya, pengembangan ekonomi kreatif, hingga inovasi tata kelola kota yang berkelanjutan.

Siak Ingin Warisan Sejarah Jadi Penggerak Ekonomi

Di sela kegiatan Rakernas, Sekda Siak Mahadar menyampaikan pandangan strategis mengenai arah pengembangan Kota Pusaka Siak.

Menurutnya, predikat sebagai kota pusaka tidak boleh berhenti pada upaya menjaga bangunan, benda, maupun kawasan bersejarah. Lebih dari itu, warisan sejarah harus mampu dihidupkan dan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

Kabupaten Siak berkomitmen menyelaraskan status heritage city dengan pertumbuhan ekonomi kerakyatan. Karakter sejarah Siak yang kuat adalah modal utama. Ide besarnya mengintegrasikan pariwisata sejarah dengan ruang hidup UMKM kreatif,” ujar Mahadar.

Untuk mewujudkan konsep tersebut, Pemerintah Kabupaten Siak menyiapkan sejumlah strategi yang mengintegrasikan sektor pariwisata, budaya, UMKM, dan ekonomi kreatif.

Pertama, penguatan produk UMKM. Pelaku usaha lokal akan didorong menghasilkan berbagai produk seperti suvenir, kain tenun Siak, kuliner khas, hingga kerajinan tangan yang memiliki nilai cerita sejarah.

Konsep storytelling sejarah dinilai dapat menjadi kekuatan untuk meningkatkan daya tarik sekaligus nilai jual produk lokal.

Kedua, revitalisasi kawasan heritage. Kawasan cagar budaya dapat dikembangkan menjadi ruang kreatif bagi masyarakat, termasuk sebagai lokasi pameran produk UMKM, kegiatan seni dan budaya, serta berbagai aktivitas ekonomi kreatif.

Namun, pengembangan tersebut tetap harus memperhatikan keaslian dan nilai historis kawasan agar tidak menghilangkan identitas pusaka yang menjadi daya tarik utamanya.

Ketiga, digitalisasi sejarah. Siak juga melihat pentingnya memanfaatkan teknologi dan kreativitas generasi muda untuk memperkenalkan sejarah daerah.

Pelaku ekonomi kreatif digital dapat dilibatkan dalam mengemas sejarah Siak melalui platform digital, aplikasi wisata, hingga konten kreatif yang lebih mudah diterima wisatawan, khususnya generasi muda.

Dorong Kebijakan Nasional untuk UMKM Kota Pusaka

Melalui forum JKPI, Pemerintah Kabupaten Siak berharap kolaborasi antarkota pusaka tidak hanya berhenti pada pertukaran gagasan, tetapi juga mampu melahirkan kebijakan yang memberikan manfaat konkret bagi masyarakat.

Salah satunya berupa dukungan kebijakan nasional dalam bentuk pendanaan, pembinaan, dan pendampingan bagi UMKM kreatif yang berada di kawasan kota pusaka.

Dengan demikian, pelestarian warisan sejarah dapat berjalan beriringan dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Sementara itu, Direktur Eksekutif JKPI Nanang Asfarinal mengapresiasi antusiasme para delegasi dalam Rakernas XII.

Dalam kesempatan tersebut juga disahkan perpindahan tongkat kepemimpinan Ketua Presidium JKPI dari Wali Kota Yogyakarta kepada Wali Kota Ternate.

Estafet tersebut menjadi penanda berlanjutnya kolaborasi antarkota pusaka Indonesia dalam menjaga warisan sejarah sekaligus menjadikannya sebagai bagian dari pembangunan yang berkelanjutan dan berorientasi pada kesejahteraan masyarakat.

Rilis: MC Siak
Laporan: Lemansyah

Terkini