Usia 74 Hari, Jagung Pipil di Mandiangin Tumbuh Hingga 125 Cm, Terkendala Hama Monyet

Jumat, 28 Agustus 2026 | 10:45:05 WIB

SIAK, mimbardesa.com— Program ketahanan pangan di Kampung Mandiangin, Kecamatan Minas, Kabupaten Siak, terus dipantau. Memasuki usia 74 hari, tanaman jagung pipil yang dibudidayakan di lahan perkebunan warga mulai menunjukkan perkembangan, meski petani masih menghadapi gangguan hama monyet.

Pemantauan dilakukan pada Jumat (28/8/2026) sekitar pukul 09.50 WIB di lahan perkebunan warga di Jalan Banjar 11, kawasan Makam Lama, Dusun Makkaib, Kampung Mandiangin.

Pengecekan dilakukan Bhabinkamtibmas Kampung Mandiangin, Aipda Andriansyah Putra, bersama masyarakat setempat. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari monitoring program ketahanan pangan, khususnya komoditas jagung pipil.

Tanaman jagung pipil tersebut dibudidayakan di lahan milik warga bernama Ibu Rita. Dari total lahan sekitar 1 hektare, masih terdapat sekitar 0,25 hektare lahan yang belum ditanami.

Hasil pemantauan menunjukkan tanaman jagung yang telah berusia 74 hari memiliki pertumbuhan yang cukup bervariasi. Tinggi tanaman berada di kisaran 105 hingga 125 sentimeter, dengan beberapa tanaman mencapai tinggi sekitar 125 sentimeter.

Namun, di tengah pertumbuhan tanaman tersebut, petani masih menghadapi tantangan berupa gangguan hama monyet yang berpotensi mengganggu tanaman dan hasil produksi.

Kapolsek Minas Kompol Syahrizal, S.E., S.H., M.Si., M.H., mengatakan monitoring secara berkala penting dilakukan agar perkembangan tanaman dapat diketahui sekaligus menjadi dasar untuk mengambil langkah penanganan apabila ditemukan kendala di lapangan.

“Kami terus melakukan pengecekan perkembangan tanaman jagung sebagai bagian dari dukungan terhadap program ketahanan pangan. Saat ini tanaman sudah memasuki usia 74 hari dan pertumbuhannya cukup baik, meskipun masih ada kendala hama monyet yang perlu menjadi perhatian bersama,” ujar Kompol Syahrizal.

Menurutnya, keberadaan Bhabinkamtibmas di lapangan diharapkan dapat membantu menjembatani komunikasi antara kepolisian dengan masyarakat, termasuk dalam mengidentifikasi berbagai kendala yang dihadapi petani.

“Yang paling penting tanaman terus dirawat dan dipantau. Kalau ada gangguan atau kendala, segera dicarikan solusi bersama sehingga tanaman bisa tumbuh dengan baik sampai masa panen,” katanya.

Selain melakukan pemantauan terhadap tanaman yang sudah berusia 74 hari, masyarakat juga telah melakukan persiapan untuk penanaman berikutnya. Pemupukan menggunakan pupuk kandang telah dipersiapkan, sementara untuk tanaman yang ada juga telah dilakukan pemupukan menggunakan pupuk Urea dan NPK.

Kapolsek Minas berharap kegiatan pertanian tersebut dapat terus dikembangkan sehingga lahan yang tersedia dapat dimanfaatkan secara produktif.

“Kami berharap program ketahanan pangan ini terus berjalan dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Lahan yang tersedia hendaknya dimanfaatkan sebaik mungkin, dan kami melalui Bhabinkamtibmas akan terus melakukan pendampingan serta monitoring,” pungkasnya.

Pengecekan perkembangan tanaman jagung pipil tersebut berlangsung aman dan lancar. Monitoring akan terus dilakukan untuk memastikan program ketahanan pangan di Kampung Mandiangin berjalan secara berkelanjutan.***

Terkini