MINAS, mimbardesa.com — Kawanan gajah liar kembali memasuki areal perkebunan warga di Kecamatan Minas, Kabupaten Siak, Riau. Sebanyak sembilan ekor gajah liar terpantau masuk ke lahan tanaman jagung pipil milik kelompok tani di Jalan Manggis Gang Sirna, Dusun Cinta Damai, Kampung Rantau Bertuah, Senin (24/8/2026) dini hari.
Peristiwa tersebut diketahui setelah kawanan gajah memasuki lahan perkebunan warga dengan merusak pagar kawat yang berada di sisi area pemakaman. Keberadaan satwa liar itu kemudian diusir oleh petani bersama warga sekitar.
Kapolsek Minas Kompol Syahrizal mengatakan, pihaknya langsung melakukan pengecekan terhadap kondisi lahan dan tanaman yang terdampak untuk memastikan kerusakan sekaligus memantau keberadaan kawanan gajah tersebut.

“Dari hasil pengecekan, terdapat sembilan ekor gajah liar yang masuk ke lahan tanaman jagung warga. Kawanan gajah tersebut masuk dari arah samping kuburan dengan cara menumbangkan pagar kawat,” ujar Kompol Syahrizal.
Menurutnya, kawanan gajah diperkirakan masuk ke areal perkebunan sekitar pukul 01.30 WIB. Petani dan warga yang mengetahui keberadaan gajah kemudian melakukan pengusiran secara bersama-sama.
“Sekitar pukul 01.30 WIB kawanan gajah masuk ke lahan. Petani bersama kurang lebih 30 orang warga melakukan pengusiran dan sekitar pukul 02.30 WIB kawanan gajah berhasil keluar dari areal tanaman jagung,” jelasnya.

Hasil pengecekan di lapangan menunjukkan sejumlah tanaman mengalami kerusakan. Diperkirakan sekitar 50 batang tanaman pisang dan 150 batang tanaman jagung mengalami kerusakan akibat aktivitas kawanan gajah tersebut.
Namun, dari hasil pemantauan, tanaman jagung yang mengalami kerusakan mayoritas merupakan tanaman dengan pertumbuhan yang kurang baik.
Kompol Syahrizal menyebut, kawanan gajah tersebut diduga masuk ke kawasan perkebunan karena melintas melalui kawasan hutan penyangga atau buffer zone yang berada di sekitar wilayah tersebut.
“Kami memperkirakan kawanan gajah itu masuk karena melintas di kawasan hutan buffer zone. Kawanan tersebut juga diperkirakan tidak akan bergerak terlalu jauh karena terdapat dua ekor anak gajah,” katanya.
Untuk mencegah kejadian serupa sekaligus menjaga keselamatan masyarakat dan satwa, Polsek Minas bersama pihak terkait akan melakukan sejumlah langkah tindak lanjut.
Di antaranya memperbaiki pagar kawat yang dirusak kawanan gajah, merencanakan pembangunan menara pantau, serta meningkatkan monitoring terhadap keberadaan kawanan gajah liar di sekitar kawasan perkebunan warga.
“Yang paling penting adalah keselamatan masyarakat dan juga keberadaan satwa. Kami akan terus melakukan monitoring dan berkoordinasi dengan pihak terkait untuk mengantisipasi agar kawanan gajah tidak kembali masuk ke lahan warga,” tegas Kompol Syahrizal.

Pengecekan tersebut dilakukan Panit 1 Binmas Polsek Minas IPDA Suherwanto, SH, Bhabinkamtibmas Kampung Rantau Bertuah AIPTU Andri Azmi, Bhabinkamtibmas Mandiangin AIPDA Andriansyah Putra, serta masyarakat petani Poktan Dahlia Kuning.
Hingga kegiatan pengecekan selesai dilaksanakan, situasi di lokasi dilaporkan aman dan kondusif. Pemantauan terhadap pergerakan kawanan gajah liar tetap dilakukan untuk mengantisipasi kemungkinan satwa kembali mendekati permukiman maupun lahan pertanian warga.***